Kembali ke Daftar Berita
Berita

55 Tahun Tasyakur Dakwah Pedalaman Dewan Dakwah, Komitmen Menjaga Benteng Iman di Penjuru Negeri

Oleh Admin Dewan Dakwah • Sabtu, 15 Agustus 2026
55 Tahun Tasyakur Dakwah Pedalaman Dewan Dakwah, Komitmen Menjaga Benteng Iman di Penjuru Negeri

Jakarta, dewandakwah.or.id – Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) meneguhkan komitmennya dalam menjaga benteng iman di berbagai penjuru Nusantara melalui program dakwah pedalaman. Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Tasyakur 55 Tahun Dakwah Pedalaman yang digelar di aula masjid Al Furqon Gedung Menara Dakwah, Jalan Kramat Raya 45, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Jakarta, dewandakwah.or.id – Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) meneguhkan komitmennya dalam menjaga benteng iman di berbagai penjuru Nusantara melalui program dakwah pedalaman. Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Tasyakur 55 Tahun Dakwah Pedalaman yang digelar di aula masjid Al Furqon Gedung Menara Dakwah, Jalan Kramat Raya 45, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Momentum tersebut sekaligus dirangkaikan dengan pelepasan 132 dai dan daiyah yang siap mengemban amanah dakwah di berbagai wilayah Indonesia, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar panjang Dewan Dakwah dalam membangun peradaban, mencerdaskan bangsa, melakukan kaderisasi dai, menguatkan dakwah di wilayah pedalaman, sekaligus memberdayakan masyarakat.

Acara ini dihadiri Keluarga Besar Dewan Dakwah; pimpinan pusat maupun pimpinan daerah dari Provinsi Lampung, Jawa Barat, Sumatera Selatan dan Maluku. Hadir pula Menko Pangan RI Zulkifli Hasan, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Heru Tri Widarto, S.Si., M.Sc., Direktur SMK Kemendikdasmen Dr. Arie Wibowo Khurniawan, S.Si., M.Ak., perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dai senior pedalaman Ustadz Abu Nida dan Ustadz Majdi, para pimpinan ormas serta sejumlah lembaga yang selama ini mendukung program dakwah pedalaman.

Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Dr. Adian Husaini, menegaskan bahwa kaderisasi dai merupakan bagian penting dari upaya meneruskan tradisi perjuangan para pendiri Dewan Dakwah, khususnya Mohammad Natsir, dalam mengirimkan dai ke berbagai pelosok negeri.

Menurutnya, para dai yang telah dikader harus memiliki kesiapan untuk ditempatkan di mana pun mereka diperlakukan.

“Setiap Dai yang terjunkan, tidak bisa memilih di lokasi mana ia akan ditugaskan,” jelasnya.

Di tengah berbagai keterbatasan, terutama dalam hal finansial, Dewan Dakwah tetap konsisten menjalankan program kaderisasi melalui pemberian beasiswa penuh kepada calon dai dan penugasan mereka ke berbagai wilayah Nusantara.

“Sejak berdirinya Dewan Dakwah, Pak Natsir memang sudah menugaskan beberapa Dai ke berbagai wilayah Nusantara, namun secara formal baru dilakukan pada tahun 1971, maka sampai saat ini proses itu terus dilakukan lewat pembinaan di STID Mohammad Natsir,” jelasnya.

Hingga saat ini, sekitar 1.400 alumni STID Mohammad Natsir telah berkiprah dan tersebar dalam berbagai bidang, mulai dari dakwah, pendidikan hingga pembinaan masyarakat.

Tiga Tahap Kaderisasi Dai

Ketua STID Mohammad Natsir, Dr. Dwi Budiman Assiroji, menjelaskan bahwa proses kaderisasi dai dilakukan secara bertahap dan terstruktur. Para mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga dibentuk melalui pengalaman pengabdian secara langsung di tengah masyarakat.

“Para dai alumni STID Mohammad Natsir, setidaknya diberikan 3 tahapan pembinaan, selama dua tahun dibina secara intensif di asrama, dua tahun selanjutnya diterjunkan ke Masyarakat dengan ditempatkan di masjid-masjid sekitar kampus, hingga akhirnya para da'i akan diterjunkan langsung membina masyarakat di pedalaman,” jelasnya.

Tahapan tersebut mencakup pembinaan berbasis asrama, pengabdian berbasis masjid, hingga pengabdian berbasis masyarakat. Pola ini diharapkan melahirkan dai yang tidak hanya memiliki kemampuan keilmuan agama, tetapi juga mampu beradaptasi, membaca kondisi sosial, dan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat di wilayah dakwahnya.

Kesaksian Dai Senior Pedalaman

Pengalaman panjang dakwah pedalaman juga dibagikan oleh Ustadz Abu Nida, Pimpinan Islamic Center Bin Baz Yogyakarta. Ia hadir memberikan kesaksian tentang proses kaderisasi yang pernah dijalaninya di bawah bimbingan Dr. Mohammad Natsir.

Ustadz Abu Nida mengungkapkan bahwa dirinya pernah dikader di Darul Falah, Bogor selama 7 bulan, sebelum kemudian ditugaskan berdakwah di pedalaman Kalimantan Barat.

“Saya sangat terkesan bagaimana Pak Natsir mengajari kami para da'i untuk bisa berbaur dengan masyarakat, bisa memetakan potensi wilayah pengabdian dan sebagiannya,” kenang Ustadz Abu Nida.

Menurutnya, bekal yang diberikan dalam proses kaderisasi tersebut tidak hanya bermanfaat ketika menjalankan tugas dakwah, tetapi juga terus ia gunakan dalam mengembangkan lembaga pendidikan.

“Ilmu ini saya masih amalkan ketika akan mengembangkan pesantren, maka kita akan lihat, dititik pesantren berdiri, tidak ada satupun masalah dengan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Didukung Berbagai Lembaga

Program dakwah pedalaman Dewan Dakwah selama ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Sejumlah lembaga turut hadir dalam kegiatan Tasyakur Dakwah Pedalaman ke-55, di antaranya Paragon Corp, PermataBank Syariah UPZDK, Bakrie Amanah, BKMT Toyota, UPZ BAZNAS BNI, BAMUIS BNI, UPZ Bazis BTN, PLN Indonesia Power, serta Majelis Taklim Al Itqan.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program dakwah di berbagai wilayah Nusantara, khususnya dalam mendukung keberadaan para dai yang mengabdi di daerah-daerah pedalaman dan wilayah 3T.

Hingga saat ini, tercatat sekitar 10.000 dai telah berkiprah dalam menjaga benteng iman di berbagai penjuru negeri. Mereka hadir di tengah masyarakat untuk menjalankan dakwah, pendidikan, pembinaan keagamaan, sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Melalui momentum Tasyakur Dakwah Pedalaman ke-55 ini, Dewan Dakwah menegaskan bahwa estafet perjuangan dakwah harus terus dilanjutkan. Semangat yang diwariskan para pendahulu, khususnya dalam menghadirkan dai hingga ke pelosok Nusantara, diharapkan terus hidup dan berkembang dengan dukungan berbagai elemen masyarakat.

Humas Dewan Dakwah

Editor: Abu Dzakir

Berita Terkait

Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026) Berita
05 November 2026 • Oleh Admin Dewan Dakwah

Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026)

Jakarta, dewandakwah.or.id - Bidang Pendidikan Dewan Da’wah terus berkomitmen memperkuat pendidikan Islam dan kaderisasi da’i melalui berbagai kegiatan di lembaga pendidikan Dewan Da’wah di seluruh Indonesia. Pada 26 Oktober, Akademi Da’wah Indonesia (ADI) NTB melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), sementara ADI Lampung menggelar halaqah Al-Qur’an rutin sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa.

Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional Berita
05 November 2026 • Oleh Admin Dewan Dakwah

Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional

Jakarta, dewandakwah.or.id — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menerima kunjungan Syaikh Abdul Majid dari Yayasan Nasihat dan Taujih bersama 30 dai muda dari enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, India, Pakistan, dan Sri Lanka. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan penguatan kompetensi dai yang tengah berlangsung selama tiga bulan.