Kembali ke Daftar Berita
Berita

Dewan Dakwah Apresiasi Kenalkan Figur Lewat Sinema, Ajak Masyarakat Teladani Buya Hamka Lewat Film

Oleh Admin Dewan Dakwah • Kamis, 29 Oktober 2026
Dewan Dakwah Apresiasi Kenalkan Figur Lewat Sinema, Ajak Masyarakat Teladani Buya Hamka Lewat Film

Jakarta, dewandakwah.or.id — Ketua Bidang Strategic Partnership Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni Budaya, Dr. H. Erick Yusuf, S.Sy, M.Pd. menyampaikan apresiasi atas kerja keras insan perfilm dalam menghadirkan kisah Buya Hamka lewat film.

Jakarta, dewandakwah.or.id — Ketua Bidang Strategic Partnership Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni Budaya, Dr. H. Erick Yusuf, S.Sy, M.Pd. menyampaikan apresiasi atas kerja keras insan perfilm dalam menghadirkan kisah Buya Hamka lewat film.

Film Buya Hamka sekuel ketiga diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus inspirasi bagi masyarakat untuk mengenal dan meneladani sosok ulama besar yang memiliki keteladanan dalam berbagai aspek kehidupan. Di tengah krisis karakter dan kepemimpinan, kisah hidup Buya Hamka dinilai relevan untuk membangun generasi yang tangguh, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian.

Menurut Ustadz Erick, Buya Hamka merupakan sosok yang memiliki keteladanan multidimensional. Ia tidak hanya dikenal sebagai ulama, tetapi juga sastrawan, pemimpin, ayah, dan guru yang memberikan inspirasi bagi berbagai kalangan.

“Buya Hamka ini betul-betul kalau kita lihat, keteladanan itu lengkap ada di Buya Hamka,” ujar Ustadz Erick dalam acara Nobar film Buya Hamka sekuel ketiga bersama keluarga besar MUI di Plaza Senayan XXI, Studio 2, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).

Ia menilai, film tersebut tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan pendidikan dan nilai-nilai kehidupan yang dibutuhkan masyarakat. Karena itu, film Buya Hamka layak menjadi media untuk memperkenalkan figur teladan kepada generasi muda.

“Ini film yang baik, film yang bukan hanya tontonan, tapi tuntunan,” katanya.

Ustadz Erick menjelaskan, gagasan produksi film Buya Hamka berawal dari inisiatif MUI pada masa kepemimpinan Prof. Din Syamsuddin. Gagasan tersebut kemudian mendapat respons dari pihak Starvision, termasuk Parwez, serta dukungan Navin melalui Falcon Pictures hingga terwujud menjadi sebuah karya perfilman.

Inisiatif tersebut, lanjutnya, berangkat dari keinginan agar industri perfilman Indonesia tidak hanya memproduksi film hiburan, tetapi juga menghadirkan karya edukatif yang mengangkat tokoh-tokoh bangsa dengan nilai keteladanan yang kuat.

“Dulu MUI ingin bahwa produser-produser ayo jangan hanya membuat film-film hiburan, tetapi juga yang edukatif. Angkat tokoh ketua MUI pertama, Buya Hamka, yang menjadi teladan,” tuturnya.

Ustadz Erick berharap, film tersebut dapat menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya generasi penerus yang memiliki karakter kuat, jiwa kepemimpinan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.

“Di masa sekarang kita krisis keteladanan, kita krisis karakter, krisis kepemimpinan. Saya kira Buya Hamka ini memberikan sebuah harapan,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung penayangan film tersebut yang dijadwalkan mulai 19 November 2026. Menurutnya, dukungan masyarakat melalui kegiatan menonton bersama dapat membantu memperluas jangkauan film sekaligus membuka peluang bagi lahirnya karya-karya serupa tentang tokoh nasional lainnya.

Karena itu, Ustadz Erick mengimbau komunitas, keluarga, lembaga pendidikan, dan berbagai organisasi untuk mengadakan kegiatan nonton bareng agar pesan keteladanan Buya Hamka dapat menjangkau lebih banyak kalangan, khususnya generasi muda.

“Karena itu, saya mengimbau masyarakat untuk menonton film ini dan mengadakan nonton bareng di mana-mana, agar nantinya kita bisa membuat film tentang tokoh-tokoh lain yang tidak kalah hebatnya,” ujarnya.

Buya Amirsyah: Karakter Tangguh Terbentuk dari Perjuangan

Senada dengan Ustadz Erick Yusuf, Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, menilai perjalanan hidup Buya Hamka dalam film tersebut mengandung pelajaran penting bagi generasi muda, terutama dalam membangun karakter dan menumbuhkan semangat perjuangan.

Buya Amirsyah menyebut setidaknya ada dua keistimewaan yang dapat dipetik dari kisah hidup Buya Hamka. Pertama, proses pembentukan karakter yang tidak terlepas dari peran keluarga dan lingkungan masyarakat.

Menurutnya, dukungan ayah, ibu, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi Buya Hamka yang tangguh, ulet, dan memiliki semangat juang tinggi hingga menjadi tokoh yang memberikan kontribusi besar bagi umat dan bangsa.

“Pertama, bagaimana keluarga, ayah dan ibunya, masyarakatnya, membentuk kepribadian Buya Hamka yang tangguh, ulet, penuh semangat, penuh jihad, untuk menjadi seorang pahlawan,” tuturnya.

Ia menambahkan, latar belakang kehidupan Buya Hamka yang tumbuh dalam kondisi serba kekurangan justru menjadi pelajaran bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk membangun karakter dan meraih keberhasilan.

“Karena Buya Hamka lahir dari situasi dan kondisi yang serba kekurangan. Itu penting, saya kira, untuk membentuk karakter generasi muda kita,” ungkapnya.

Atas dasar itu, Buya Amirsyah mengajak generasi muda menjadikan Buya Hamka sebagai salah satu figur teladan dalam membentuk kepribadian, menghadapi tantangan, dan menjalani kehidupan dengan penuh semangat.

“Wahai para generasi muda, jadikan salah satu tokoh yang betul-betul membentuk kepribadian kita, yaitu Buya Hamka,” pesannya.

Menjaga Kemabruran Haji Sepanjang Hayat

Keistimewaan kedua, menurut Buya Amirsyah, berkaitan dengan perjalanan Buya Hamka ke Makkah. Perjalanan tersebut bukan hanya menjadi bagian dari pengalaman menunaikan ibadah haji, tetapi juga proses menuntut ilmu yang memberikan pelajaran berharga bagi umat Islam.

“Yang ke-2, bagaimana Buya Hamka merantau berjalan ke Mekah. Kemudian dia belajar,” katanya.

Dari kisah tersebut, Buya Amirsyah mengingatkan pentingnya menjaga kemabruran haji sepanjang hayat. Ia berpesan kepada calon jemaah haji maupun mereka yang telah kembali ke Tanah Air agar menjadikan ibadah haji sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dalam berbuat baik.

“Maka itu saya pesankan kepada calon jemaah haji, atau para jemaah haji yang sudah pulang ke Tanah Air, jadikan ini sebagai bagian dari tuntunan bahwa ada istilah mempertahankan haji mabrur sepanjang hayat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perjalanan haji pada masa Buya Hamka membutuhkan perjuangan, kerja keras, dan pengorbanan yang tidak ringan. Namun, nilai ibadah haji tidak berhenti setelah seluruh rangkaian ritual selesai. Kemabruran haji harus tercermin dalam perilaku, keteladanan, serta konsistensi melakukan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena di saat beliau menunaikan ibadah haji, tidak mudah. Sangat sulit, sangat bekerja keras, menumpahkan segala kekuatan,” jelasnya.

Buya Amirsyah menegaskan bahwa perjalanan hidup Buya Hamka memberikan contoh bahwa kemabruran haji perlu dibuktikan melalui akhlak dan keteladanan yang terus terjaga.

“Tapi Hamka membuktikan haji mabrurnya dengan keteladanan yang beliau tampilkan,” pungkasnya.

Melalui penayangan film Buya Hamka sekuel ketiga, masyarakat diharapkan tidak hanya mengenal Buya Hamka sebagai tokoh sejarah, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai keteladanannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kisah Buya Hamka menjadi pengingat bahwa karakter kuat dapat dibangun melalui pendidikan keluarga, perjuangan menghadapi keterbatasan, semangat menuntut ilmu, dan konsistensi dalam berbuat baik. Keteladanan tersebut diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi berintegritas dan memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.

Humas Dewan Dakwah

Editor: Abu Dzakir

----------------------------------------------------------------------

Mari Dukung Program Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia

Bank Muamalat Indonesia

3580001727 an. DDII

Berita Terkait

Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026) Berita
05 November 2026 • Oleh Admin Dewan Dakwah

Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026)

Jakarta, dewandakwah.or.id - Bidang Pendidikan Dewan Da’wah terus berkomitmen memperkuat pendidikan Islam dan kaderisasi da’i melalui berbagai kegiatan di lembaga pendidikan Dewan Da’wah di seluruh Indonesia. Pada 26 Oktober, Akademi Da’wah Indonesia (ADI) NTB melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), sementara ADI Lampung menggelar halaqah Al-Qur’an rutin sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa.

Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional Berita
05 November 2026 • Oleh Admin Dewan Dakwah

Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional

Jakarta, dewandakwah.or.id — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menerima kunjungan Syaikh Abdul Majid dari Yayasan Nasihat dan Taujih bersama 30 dai muda dari enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, India, Pakistan, dan Sri Lanka. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan penguatan kompetensi dai yang tengah berlangsung selama tiga bulan.