Kembali ke Daftar Berita
Berita

Gelar Program 'Safar Bersama Ayah', Perpus Dewan Dakwah Hadirkan Edukasi Sejarah dan Penguatan Ikatan Keluarga

Oleh Admin Dewan Dakwah • Senin, 24 Agustus 2026
Gelar Program 'Safar Bersama Ayah', Perpus Dewan Dakwah Hadirkan Edukasi Sejarah dan Penguatan Ikatan Keluarga

Jakarta, dewandakwah.or.id — Perpustakaan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia bekerja sama dengan PAUD Bannan Cilangkap, Jakarta Timur, menggelar kegiatan “Safar Bersama Ayah” pada Sabtu (22/8/2026) di Gedung Menara Dakwah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Jakarta.

Jakarta, dewandakwah.or.id — Perpustakaan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia bekerja sama dengan PAUD Bannan Cilangkap, Jakarta Timur, menggelar kegiatan “Safar Bersama Ayah” pada Sabtu (22/8/2026) di Gedung Menara Dakwah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Jakarta.

Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus sarana mempererat hubungan emosional antara ayah dan anak. Safar atau perjalanan bersama ayah dipandang bukan sekadar aktivitas berpindah tempat, tetapi juga kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, keteladanan, sejarah, serta membangun kedekatan antara orang tua dan anak.

Ketua Yayasan Bannan, Bunda Neneng Kurnia, M.Pd., mengatakan bahwa dalam perspektif Islam, perjalanan bersama orang tua dapat menjadi momentum untuk memperkuat bakti kepada orang tua sekaligus membangun kedekatan keluarga.

“Dalam Islam, perjalanan ini bukan sekadar berpindah tempat, melainkan sebuah kesempatan besar untuk berbakti (birrul walidain), mempererat ikatan emosional, serta meneladani peran ayah sebagai pemimpin dan pelindung keluarga,” ujar Bunda Neneng Kurnia kepada peserta

Konselor Pendidikan Anak itu juga menekankan pentingnya peran ayah dalam membangun kedekatan dengan anak melalui kegiatan storytelling atau berkisah. Menurutnya, aktivitas tersebut dapat menjadi sarana efektif untuk mengembangkan imajinasi sekaligus menanamkan nilai moral.

“Kegiatan storytelling atau berkisah oleh seorang ayah sangat efektif untuk mendekatkan hubungan emosional, merangsang imajinasi, serta menanamkan nilai moral pada anak. Waktu terbaik untuk melakukannya adalah saat menjelang tidur, ketika berkumpul bersama keluarga dan safar dalam perjalanan,” ujar Neneng.

Sementara itu, Ketua Biro Perpustakaan Dewan Dakwah yang juga sejarawan muda, Hadi Nur Ramadhan, menyampaikan bahwa ayah memiliki posisi penting dalam mengenalkan sejarah kepada anak. Sejarah, menurutnya, bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga dapat menjadi sarana membentuk identitas, pola pikir kritis, dan nilai moral generasi.

“Peran ayah dalam mengajarkan sejarah kepada anak sangat penting untuk membangun identitas, cara berpikir kritis, dan nilai moral. Melalui cerita masa lalu, ayah dapat menanamkan teladan nyata dan memperkuat hubungan emosional dengan anak. Para pendiri bangsa kita, selain sebagai pahlawan nasional, mereka adalah ayah yang hangat kepada anak-anaknya,” ujar Hadi

Pria asli Betawi itu menjelaskan bahwa sosok ayah merupakan pahlawan pertama sekaligus pelindung utama dalam keluarga. Menurutnya, perjuangan seorang ayah dalam memenuhi kebutuhan keluarga, memberikan rasa aman, serta menjadi teladan bagi anak perlu dikenalkan dan diapresiasi.

“Sosok Ayah adalah pahlawan pertama dan pelindung utama di dalam keluarga. Tanpa keluh kesah, seorang ayah berjuang keras setiap hari demi mencukupi kebutuhan, memberikan rasa aman, dan menjadi teladan hidup bagi anak-anaknya. Sosok Haji Agus Salim, Buya Hamka, M. Natsir, Bung Hatta, dan para pahlawan Indonesia lainnya perlu kita kaji sebagai wisdom kehidupan untuk para Ayah dalam membangun kehangatan bersama anak-anaknya. Memang Ayah tidak hadir setiap saat, tapi seorang Ayah harus hadir di waktu yang tepat,” ujar Hadi dengan penuh semangat sembari menunjukkan foto dan arsip para pahlawan Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pengalaman belajar sejarah melalui kisah-kisah tokoh bangsa yang disampaikan dengan dukungan data dan dokumen sejarah.

Salah seorang peserta, Dwi, mengaku senang mengikuti kegiatan “Safar Bersama Ayah”. Ia menilai materi sejarah yang disampaikan memberikan pengetahuan baru yang dapat menjadi bahan untuk berkisah kepada anak.

“Alhamdulillah saya banyak mendapatkan informasi sejarah, hal yang baru buat modal kisah kepada anak saya. Apalagi kisah ini disampaikan dengan penuh data dan dokumen sejarah,” ujar Dwi dengan penuh bahagia

Peserta lainnya, Ayah Khalid merasa terkesan dengan program "Safar Bersama Ayah", menurut Ayah Khalid, kegiatan ini menjadi ruang untuk menjaga hubungan yang lebih dekat antara ayah dan anak agar bisa menikmati perjalanan penuh hikmah.

"Acara Safar Bersama Ayah ini sangat berkesan bagi saya. Ternyata perjalanan sederhana bersama anak bisa menjadi ruang untuk lebih dekat, lebih banyak bercerita, dan benar-benar menikmati waktu sebagai ayah dan anak," ujarnya

Dwi bersama peserta lainnya berharap kegiatan “Safar Bersama Ayah” dapat diselenggarakan secara rutin. Mereka menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman edukatif sekaligus menjadi momentum berharga bagi ayah dan anak untuk membangun kedekatan melalui perjalanan, cerita, dan pembelajaran sejarah.

Humas Dewan Dakwah

Editor: Abu Dzakir

Berita Terkait

Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026) Berita
05 November 2026 • Oleh Admin Dewan Dakwah

Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026)

Jakarta, dewandakwah.or.id - Bidang Pendidikan Dewan Da’wah terus berkomitmen memperkuat pendidikan Islam dan kaderisasi da’i melalui berbagai kegiatan di lembaga pendidikan Dewan Da’wah di seluruh Indonesia. Pada 26 Oktober, Akademi Da’wah Indonesia (ADI) NTB melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), sementara ADI Lampung menggelar halaqah Al-Qur’an rutin sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa.

Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional Berita
05 November 2026 • Oleh Admin Dewan Dakwah

Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional

Jakarta, dewandakwah.or.id — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menerima kunjungan Syaikh Abdul Majid dari Yayasan Nasihat dan Taujih bersama 30 dai muda dari enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, India, Pakistan, dan Sri Lanka. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan penguatan kompetensi dai yang tengah berlangsung selama tiga bulan.