Ketua Umum Dewan Dakwah: Pentingnya Menjaga Tradisi Baik dan Membuka Diri terhadap Pembaruan
Lampung, dewandakwah.or.id— Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Ustadz. H. Fathurrahman Mahfudz, menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebaikan yang diwariskan para pendahulu sekaligus membuka diri terhadap pembaruan yang membawa kemaslahatan bagi umat.
Lampung, dewandakwah.or.id— Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Ustadz. H. Fathurrahman Mahfudz, menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebaikan yang diwariskan para pendahulu sekaligus membuka diri terhadap pembaruan yang membawa kemaslahatan bagi umat.
Pesan tersebut disampaikan Ustadz Fathurrahman dalam ceramah di Aula Dakwah Dewan Dakwah Lampung, Sabtu (17/10/2026). Ia mengangkat prinsip al-muh?fazhatu ‘alal qad?mi?-??li?, wal-akhdzu bil-jad?di al-a?la?, yang berarti memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik.
Prinsip tersebut menekankan pentingnya keseimbangan antara menjaga warisan kebaikan dan mengembangkan pendekatan baru dalam menghadapi perubahan zaman.
“Dalam konteks dakwah, nilai-nilai perjuangan para pendahulu dinilai perlu terus dipelihara dan dihidupkan. Namun, perubahan kondisi masyarakat juga menuntut para pengemban dakwah untuk mengembangkan metode dan strategi yang sesuai dengan kebutuhan zaman,” katanya.
Dakwah, lajutnya, membutuhkan keteguhan dalam prinsip sekaligus keluwesan dalam strategi. Akidah dan nilai-nilai Islam harus tetap dijaga, sementara metode penyampaian, pola pembinaan, dan pendekatan kepada masyarakat dapat dikembangkan selama tidak bertentangan dengan syariat.
Perubahan generasi, perkembangan persoalan sosial, serta pergeseran pola komunikasi masyarakat menjadi tantangan yang perlu diperhatikan oleh para pengemban dakwah.
“Karena itu, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengembangan pendekatan dakwah menjadi bagian penting dalam upaya memperluas jangkauan dan meningkatkan efektivitas dakwah Islam,” ungkap Ustadz Fathur lebih lanjut.
Prinsip tersebut juga menekankan bahwa tidak semua tradisi lama harus ditinggalkan dan tidak semua hal baru harus ditolak. Warisan masa lalu perlu dinilai berdasarkan nilai kebaikan yang dikandungnya, sedangkan pembaruan perlu dipertimbangkan berdasarkan manfaat dan kemaslahatan yang dihasilkan.
Kemajuan dakwah, tidak harus diwujudkan dengan meninggalkan seluruh pendekatan lama, tetapi melalui kemampuan mempertahankan nilai-nilai yang tetap relevan, memperbaiki kekurangan, dan mengadopsi pendekatan baru yang lebih maslahat,” jelasnya.
Melalui prinsip al-muh?fazhatu ‘alal qad?mi?-??li?, wal-akhdzu bil-jad?di al-a?la?, dakwah diharapkan tetap berakar pada nilai-nilai Islam, terbuka terhadap perbaikan, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.
Humas Dewan Dakwah
Reportase: Komirudin
Berita Terkait
Berita
Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026)
Jakarta, dewandakwah.or.id - Bidang Pendidikan Dewan Da’wah terus berkomitmen memperkuat pendidikan Islam dan kaderisasi da’i melalui berbagai kegiatan di lembaga pendidikan Dewan Da’wah di seluruh Indonesia. Pada 26 Oktober, Akademi Da’wah Indonesia (ADI) NTB melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), sementara ADI Lampung menggelar halaqah Al-Qur’an rutin sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa.
Berita
Ketua Umum Dewan Dakwah Hadiri Silaturahmi Bersama Menteri Koperasi, Bahas Penguatan Ekonomi Umat dan Kondisi Nasional
Jakarta, dewandakwah.or.id — Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, H. Fathurrahman Mahfudz, BIRK, MM., menghadiri pertemuan silaturahmi dan pengarahan (briefing) bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono serta sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam nasional, Rabu (4/11/2026).
Berita
Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional
Jakarta, dewandakwah.or.id — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menerima kunjungan Syaikh Abdul Majid dari Yayasan Nasihat dan Taujih bersama 30 dai muda dari enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, India, Pakistan, dan Sri Lanka. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan penguatan kompetensi dai yang tengah berlangsung selama tiga bulan.