Konsolidasi Dewan Dakwah Solo Raya, Waketum II Tekankan Lima Nilai Dasar Gerakan Dakwah
Solo, dewandakwah.or.id — Konsolidasi pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Solo Raya menjadi momentum memperkuat arah gerakan dakwah sekaligus menyiapkan langkah kelembagaan menghadapi tantangan dakwah ke depan. Pertemuan yang berlangsung di Solo dan Klaten tersebut diawali dengan suasana sederhana dan penuh keakraban. Sejak pagi, para pengurus berkumpul dalam agenda sarapan bersama dengan hidangan nasi pincuk, teh hangat, dan kue khas Solo.
Solo, dewandakwah.or.id — Konsolidasi pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Solo Raya menjadi momentum memperkuat arah gerakan dakwah sekaligus menyiapkan langkah kelembagaan menghadapi tantangan dakwah ke depan. Pertemuan yang berlangsung di Solo dan Klaten tersebut diawali dengan suasana sederhana dan penuh keakraban. Sejak pagi, para pengurus berkumpul dalam agenda sarapan bersama dengan hidangan nasi pincuk, teh hangat, dan kue khas Solo.
Di balik suasana sederhana itu, selepas Pelantikan Dewan Dakwah Klaten pada Ahad (27/09/2026), pembicaraan berlangsung serius. Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari program dakwah ke depan hingga kemungkinan penataan struktur kepemimpinan lembaga agar semakin responsif terhadap perkembangan kondisi masyarakat.
Wakil Ketua Umum II Dewan Dakwah, Dr. Ahmad Misbahul Anam, MA dalam kesempatan tersebut mengingatkan bahwa penguatan kelembagaan tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai dasar yang menjadi ruh perjuangan dakwah. Ia menyebut setidaknya terdapat lima nilai yang perlu terus dijaga dan dikembangkan dalam gerakan dakwah Dewan Dakwah.
Dakwah untuk Allah, Bukan untuk Kepentingan Diri
Pertama, da’watuna da’wah ilallah bi al-mujahadah fillah bukan da’wah ila nafsi
Menurut beliau, prinsip tersebut merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan perjuangan dakwah. Seorang dai harus menyadari bahwa dakwah bukanlah jalan untuk mengejar kepentingan pribadi, melainkan bentuk pengabdian kepada Allah melalui kesungguhan perjuangan. “Seorang dai akan tetap bersabar dan menekuni aktivitas ini karena ada kekuatan yang dilandasi oleh ilallah bi al-mujahadah fillah,” demikian pesan yang disampaikan.
Sebaliknya, ketika orientasi dakwah bergeser kepada kepentingan pribadi, semangat perjuangan berpotensi melemah. Karena itu, menurutnya, inovasi dan keberlangsungan dakwah harus senantiasa bertolak dari keikhlasan kepada Allah, bukan semata-mata dorongan material.
Dakwah Berarti Membina dan Membela
Kedua, da’watuna binaan wa difaan
Dakwah, kata beliau, tidak cukup berhenti pada penyampaian pesan keagamaan. Seorang dai memiliki tanggung jawab untuk membina umat sekaligus membantu menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan akidah, syariat, dan akhlak. Memahami kesalahan, menurutnya, merupakan bagian dari proses perbaikan. Karena itu, juru dakwah tidak seharusnya hanya sibuk menunjukkan kesalahan, tetapi juga mencari jalan keluar dan alternatif penyelesaian. “Yang lebih ditekankan adalah bagaimana mengatasi masalah tersebut dan memproses tahapan perbaikannya,” pesannya.
Dengan demikian, dakwah diharapkan menghadirkan solusi, bukan sekadar kritik terhadap persoalan umat.
Berpegang pada Syariat dan Tertib Kelembagaan
Nilai ketiga adalah da’watuna syari’atan wa nidhaman
Dr. Ahmad Misbahul Anam menegaskan, gerakan dakwah harus berpedoman pada Al-Qur’an dan Sunnah sebagaimana dipahami dan diajarkan oleh para sahabat. Namun, dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara juga menuntut lembaga dakwah untuk memahami serta menaati ketentuan yang berlaku.
Hal tersebut, antara lain, diwujudkan melalui penguatan dokumentasi dan administrasi aset dakwah, pendataan kegiatan, pengelolaan jaringan, hingga pendataan objek dakwah. Di tengah perkembangan teknologi informasi, tertib data dan administrasi dinilai semakin penting, tidak hanya bagi efektivitas dakwah, tetapi juga dalam menjalankan tanggung jawab kelembagaan sebagai bagian dari masyarakat sipil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dakwah Harus Realistis dan Bertahap
Keempat, da’watuna tarhisan dengan hal yang ringan dan sederhana.
Menurut beliau, program dakwah harus disesuaikan dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki. Tidak semua persoalan dapat diselesaikan sekaligus. Karena itu, penentuan prioritas menjadi bagian penting dalam mengelola gerakan dakwah. “Prioritas adalah pilihan,” ujarnya.
Dewan Dakwah, lanjutnya, merupakan bagian dari umat dan bangsa yang mengambil peran dalam ikhtiar dakwah. Karena itu, kerja bersama dalam amal jama’i harus mempertimbangkan keragaman kemampuan, ilmu, pengalaman, dan keterampilan para penggeraknya.
Satu Bangunan, Satu Keluarga
Kelima, da’watuna bunyanan wahidan —dakwah sebagai satu bangunan yang saling menguatkan.
Menurut beliau, lembaga dakwah dan individu-individu yang berada di dalamnya harus dipandang sebagai satu kesatuan. Karena itu, semangat kekeluargaan harus menjadi bagian penting dalam kehidupan organisasi. Hak dan kewajiban sebagaimana berlaku dalam sebuah keluarga juga perlu tercermin dalam kehidupan lembaga. Termasuk di dalamnya kewajiban menjaga kehormatan, kekurangan, dan rahasia internal organisasi.
Pada saat yang sama, Dewan Dakwah sebagai organisasi masyarakat sipil memiliki ruang untuk berkontribusi dalam membantu pelaksanaan program-program kemasyarakatan dan pembangunan. Program dakwah, menurut Dr. Ahmad, memiliki dimensi yang luas seperti semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pelayanan kepada masyarakat. “Dakwah ini dilakukan dalam semangat kebersamaan dan kaitannya dengan kenyataan di luar yang sangat luas dan saling terhubung,” pesannya.
Pesan Dakwah untuk Mahasiswa
Selain konsolidasi pengurus, agenda di Solo Raya juga diisi dengan Kuliah Umum bagi mahasiswa ADI Solo Raya. Dalam pertemuan tersebut, Dr. Ahmad Misbahul Anam kembali menyampaikan pesan-pesan dakwah yang selama puluhan tahun menjadi perhatian para juru dakwah.
Salah satu pesan yang ditekankan adalah bahwa dakwah sejatinya bukan sekadar aktivitas tambahan dalam kehidupan seorang Muslim. Dakwah merupakan kebutuhan manusia sekaligus bagian dari tuntutan kehidupan bermasyarakat. Karena itu, dakwah tidak cukup dipahami sebagai aktivitas menyampaikan ceramah atau nasihat keagamaan. Dakwah harus hadir dalam bentuk pembinaan, pelayanan, pendidikan, penyelesaian persoalan umat, sekaligus membangun ketahanan masyarakat di tengah perubahan zaman.
Konsolidasi Dewan Dakwah Solo Raya dan pertemuan dengan mahasiswa tersebut menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat estafeta dakwah lintas generasi. Dari Solo dan Klaten, pesan yang dibawa sederhana namun mendasar, bahwa dakwah membutuhkan keikhlasan, pembinaan, ketertiban, kemampuan membaca prioritas, dan persatuan. Sebab, gerakan dakwah bukan kerja seorang diri, melainkan ikhtiar bersama untuk menghadirkan kemaslahatan bagi umat dan bangsa.
Humas Dewan Dakwah
Editor: Abu Dzakir
Berita Terkait
Berita
Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026)
Jakarta, dewandakwah.or.id - Bidang Pendidikan Dewan Da’wah terus berkomitmen memperkuat pendidikan Islam dan kaderisasi da’i melalui berbagai kegiatan di lembaga pendidikan Dewan Da’wah di seluruh Indonesia. Pada 26 Oktober, Akademi Da’wah Indonesia (ADI) NTB melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), sementara ADI Lampung menggelar halaqah Al-Qur’an rutin sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa.
Berita
Ketua Umum Dewan Dakwah Hadiri Silaturahmi Bersama Menteri Koperasi, Bahas Penguatan Ekonomi Umat dan Kondisi Nasional
Jakarta, dewandakwah.or.id — Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, H. Fathurrahman Mahfudz, BIRK, MM., menghadiri pertemuan silaturahmi dan pengarahan (briefing) bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono serta sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam nasional, Rabu (4/11/2026).
Berita
Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional
Jakarta, dewandakwah.or.id — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menerima kunjungan Syaikh Abdul Majid dari Yayasan Nasihat dan Taujih bersama 30 dai muda dari enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, India, Pakistan, dan Sri Lanka. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan penguatan kompetensi dai yang tengah berlangsung selama tiga bulan.