Kembali ke Daftar Berita
Berita

Pengajian Bulanan FPH Dewan Dakwah, Ajak Jamaah Jaga Kemurnian Iman

Oleh Admin Dewan Dakwah • Kamis, 05 November 2026
Pengajian Bulanan FPH Dewan Dakwah, Ajak Jamaah Jaga Kemurnian Iman

Jakarta, dewandakwah.or.id — Menjaga keimanan bukan sekadar memastikan diri tetap menjalankan ibadah, tetapi juga memahami berbagai perkara yang dapat merusak bahkan membatalkan iman dan keislaman. Pesan tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Pengajian Bulanan Forum Persaudaraan Haji (FPH) Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia yang digelar pada Sabtu (31/10/2026).

Jakarta, dewandakwah.or.id — Menjaga keimanan bukan sekadar memastikan diri tetap menjalankan ibadah, tetapi juga memahami berbagai perkara yang dapat merusak bahkan membatalkan iman dan keislaman. Pesan tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Pengajian Bulanan Forum Persaudaraan Haji (FPH) Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia yang digelar pada Sabtu (31/10/2026).

Dalam kajian bertema “Dahsyatnya Siksa Neraka dan Profil Penghuninya (Bagian II)”, Dr. Imam Zamroji mengajak para jamaah untuk lebih mendalami persoalan akidah, khususnya hal-hal yang dapat menyebabkan seseorang kehilangan keimanan hingga akhir hayatnya.

Melanjutkan pembahasan pada pertemuan sebelumnya, Dr. Imam menjelaskan bahwa penghuni neraka secara umum terbagi menjadi dua golongan, yakni penghuni yang kekal di dalamnya (al-mukhalladuna fiha) dan penghuni yang tidak kekal (ghair al-mukhalladina fiha).

Menurutnya, salah satu perkara penting yang harus menjadi perhatian umat Islam adalah menjaga agar tidak meninggal dunia dalam keadaan iman dan keislamannya batal.

“Di antara ilmu yang penting untuk kita pelajari adalah ilmu yang dengan izin dan rahmat Allah dapat membebaskan diri kita dari kemungkinan menjadi penduduk neraka permanen,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa menjaga keimanan merupakan tanggung jawab setiap Muslim, termasuk dalam melindungi keluarga dari pemikiran, keyakinan, ucapan, maupun perbuatan yang dapat merusak akidah.

Dalam pemaparannya, Dr. Imam mengingatkan empat perkara besar yang perlu diwaspadai, yaitu syirik besar, kufur besar, nifak keyakinan, dan kemurtadan.

Ia juga menjelaskan pentingnya memahami perbedaan antara syirik besar dan syirik kecil. Syirik kecil, seperti riya dan keinginan memperoleh pujian manusia dalam beramal, dapat merusak pahala amalan yang dilakukan. Sementara syirik besar memiliki konsekuensi yang jauh lebih serius terhadap keimanan seseorang.

Selain itu, jemaah diingatkan mengenai bahaya nifak, baik dalam bentuk perilaku maupun keyakinan. Sifat berdusta, mengingkari janji, dan berkhianat merupakan perilaku yang harus dihindari. Umat Islam juga perlu menjaga diri dari nifak dalam keyakinan yang dapat membahayakan keislaman.

Dr. Imam turut memberikan catatan penting agar pembahasan mengenai perkara-perkara yang membatalkan keislaman tidak menjerumuskan umat pada dua sikap ekstrem, yakni terlalu mudah mengafirkan orang lain atau justru meremehkan persoalan akidah.

Karena itu, pemahaman terhadap persoalan akidah harus didasarkan pada ilmu dan penjelasan para ulama, bukan sekadar penilaian pribadi.

Untuk memperdalam materi, ia merekomendasikan dua referensi bacaan, yakni Kitab Tauhid jilid ketiga karya Syekh Dr. Shalih Fauzan Al-Fauzan serta kitab syarah Nawaqidul Islam yang membahas sepuluh perkara pembatal keislaman.

Melalui kajian tersebut, jemaah diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga semakin berhati-hati dalam menjaga kemurnian tauhid dan keimanan, baik untuk diri sendiri maupun keluarga.

Sebelum memasuki kajian utama, kegiatan diawali dengan penyampaian perkembangan program dakwah Dewan Dakwah oleh Direktur LAZNAS Dewan Da'wah, Ustadz M.Idris Yusuf, S.Kom.I. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan program dakwah pedalaman terus dikembangkan melalui pendekatan terpadu yang mencakup pembinaan keagamaan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pelayanan kemanusiaan.

"Dakwah di wilayah pelosok tidak hanya diwujudkan melalui pengiriman dai, tetapi juga pembangunan masjid, penyediaan Al-Qur’an, fasilitas air bersih, hingga inovasi layanan kesehatan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses," jelasnya

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan laporan penyaluran program LAZNAS Dewan Da’wah periode Januari–Juni 2026 yang telah menjangkau 256.362 penerima manfaat.

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penyampaian informasi kelembagaan terkait kedudukan Forum Persaudaraan Haji dalam struktur unit kegiatan Dewan Da’wah, sebagai bagian dari penguatan sinergi dan keberlanjutan aktivitas sosial keumatan.

Pengajian bulanan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus pembinaan keilmuan bagi keluarga besar Forum Persaudaraan Haji Dewan Da’wah. Melalui kegiatan rutin tersebut, diharapkan para jemaah semakin kuat dalam menjaga keimanan, mempererat persaudaraan, dan terus mengambil bagian dalam mendukung perjuangan dakwah Islam.

Humas Dewan Dakwah
Editor: Abu Dzakir

------------------------
Mari Dukung Program Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia
Bank Muamalat Indonesia
3580001727 an. DDII

Berita Terkait

Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026) Berita
05 November 2026 • Oleh Admin Dewan Dakwah

Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026)

Jakarta, dewandakwah.or.id - Bidang Pendidikan Dewan Da’wah terus berkomitmen memperkuat pendidikan Islam dan kaderisasi da’i melalui berbagai kegiatan di lembaga pendidikan Dewan Da’wah di seluruh Indonesia. Pada 26 Oktober, Akademi Da’wah Indonesia (ADI) NTB melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), sementara ADI Lampung menggelar halaqah Al-Qur’an rutin sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa.

Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional Berita
05 November 2026 • Oleh Admin Dewan Dakwah

Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional

Jakarta, dewandakwah.or.id — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menerima kunjungan Syaikh Abdul Majid dari Yayasan Nasihat dan Taujih bersama 30 dai muda dari enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, India, Pakistan, dan Sri Lanka. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan penguatan kompetensi dai yang tengah berlangsung selama tiga bulan.