Kembali ke Daftar Berita
Berita

Perpustakaan Dewan Dakwah Gelar Dialog Sejarah, Kupas Sosok Haji Agus Salim: Diplomat Indonesia, Pejuang Palestina

Oleh Admin Dewan Dakwah • Minggu, 12 Juli 2026
Perpustakaan Dewan Dakwah Gelar Dialog Sejarah, Kupas Sosok Haji Agus Salim: Diplomat Indonesia, Pejuang Palestina

Jakarta, dewandakwah.or.id – Perpustakaan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) menggelar Dialog Sejarah Haji Agus Salim: Diplomat Indonesia, Pejuang Palestina pada Rabu, 8 Juli 2026 di Gedung Menara Dakwah, Jl. Kramat Raya No. 45, Jakarta Pusat.

Jakarta, dewandakwah.or.id – Perpustakaan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) menggelar Dialog Sejarah Haji Agus Salim: Diplomat Indonesia, Pejuang Palestina pada Rabu, 8 Juli 2026 di Gedung Menara Dakwah, Jl. Kramat Raya No. 45, Jakarta Pusat.

Acara ini menghadirkan narasumber utama cucu Pahlawan Nasional Haji Agus Salim, Ir. Agustanzil Sjahroezah, serta Kepala Biro Perpustakaan Dewan Dakwah, Hadi Nur Ramadhan, dan dihadiri puluhan peserta dari kalangan mahasiswa, aktivis, dan masyarakat umum.

Hadi Nur Ramadhan, dalam pembukaannya menyampaikan bahwa sosok Haji Agus Salim selalu relevan untuk dibahas. 

"Beliau dikenal sebagai salah satu intelektual Islam sekaligus pejuang kemerdekaan Indonesia. Pria kelahiran Kotogadang, Sumatera Barat ini memiliki peran besar dalam perjuangan diplomasi dan politik bangsa. Nama aslinya adalah Mashadul Haq yang berarti pembela kebenaran, sejalan dengan jalan hidup yang dipilihnya. Dari kecerdasan, kemampuan berbahasa asing, hingga kontribusinya dalam diplomasi internasional, Haji Agus Salim dikenang sebagai tokoh penting yang mengharumkan nama Indonesia," ujar Hadi.

Sejarawan muda asli Betawi ini menambahkan, diskusi ini sengaja digelar untuk mengedukasi anak-anak muda agar mempelajari semangat juang dan keteladanan Haji Agus Salim di tengah kondisi bangsa yang sedang krisis akhlak. "Apalagi bulan depan Republik Indonesia sudah berusia 81 tahun," lanjutnya.

Ir. Agustanzil Sjahroezah menceritakan sisi humanis dan keberanian kakeknya dalam berdiplomasi. Salah satunya saat Haji Agus Salim ditugaskan Presiden Soekarno bersama Sri Paku Alam dan Duta Besar RI di Inggris untuk menghadiri upacara penobatan Ratu Elizabeth II pada 3 Juni 1953.

"Saat itu Haji Agus Salim menghisap rokok kretek seperti tamu agung lainnya. Pangeran Philip mencium aroma yang kurang sedap dan bertanya kepada hadirin mengenai asal bau tersebut. Dengan berani, Haji Agus Salim menjawab, 'Yang Mulia, bau yang tidak sedap itu berasal dari rokok kretek saya yang terbuat dari tembakau dan cengkeh. Boleh saja Yang Mulia tidak menyukainya, namun bau inilah yang menarik minat pelaut-pelaut Eropa datang ke negeri kami tiga abad yang lalu.' Jawaban ini menyebabkan Yang Mulia tidak dapat berkutik lagi," kisah pria yang akrab disapa Pak Ibong ini.

Pak Ibong juga menegaskan bahwa Haji Agus Salim dikenal sebagai diplomat 'nyentrik' yang tetap kokoh membela nusa dan bangsa meski pemikiran dan ilmunya termasyhur hingga luar negeri. Sebagai Aktivis Ormas Syarikat Islam dan Pimpinan Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional (IKPN), ia mengapresiasi Perpustakaan Dewan Dakwah.

"Seharusnya pekerjaan ini dilakukan oleh Negara, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Di mana Haji Agus Salim bertugas sebagai Diplomat Pejuang Republik Indonesia," ungkapnya penuh semangat.

Antusiasme peserta juga terlihat. Adam, salah satu peserta dari Cikarang, menyampaikan, "Saya sangat menyambut acara yang sangat bersejarah untuk generasi muda Indonesia. Saya berharap besar semoga acara ini sering dibuat di Perpustakaan Dewan Dakwah."

Menutup acara, Hadi Nur Ramadhan menegaskan komitmen Perpustakaan Dewan Dakwah untuk rutin mengadakan kegiatan serupa. 

"Kehebatan pahlawan Indonesia terletak pada keberanian, strategi, dan pengorbanan tanpa pamrih dalam merebut kemerdekaan. Mereka tidak hanya menggunakan senjata tradisional, tetapi juga menguasai diplomasi tingkat dunia dan memperjuangkan pendidikan agar bangsa ini lepas dari belenggu penjajahan. InsyaAllah dialog sejarah ini akan kita buat setiap sebulan sekali," pungkas Hadi optimis.

Humas Dewan Dakwah

Editor: Abu Dzakir

Berita Terkait

Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026) Berita
05 November 2026 • Oleh Admin Dewan Dakwah

Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026)

Jakarta, dewandakwah.or.id - Bidang Pendidikan Dewan Da’wah terus berkomitmen memperkuat pendidikan Islam dan kaderisasi da’i melalui berbagai kegiatan di lembaga pendidikan Dewan Da’wah di seluruh Indonesia. Pada 26 Oktober, Akademi Da’wah Indonesia (ADI) NTB melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), sementara ADI Lampung menggelar halaqah Al-Qur’an rutin sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa.

Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional Berita
05 November 2026 • Oleh Admin Dewan Dakwah

Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional

Jakarta, dewandakwah.or.id — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menerima kunjungan Syaikh Abdul Majid dari Yayasan Nasihat dan Taujih bersama 30 dai muda dari enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, India, Pakistan, dan Sri Lanka. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan penguatan kompetensi dai yang tengah berlangsung selama tiga bulan.