Kembali ke Daftar Berita
Catatan Haji

Catatan Haji 1447/2026 (8): Haji dan Deklarasi Kesempurnaan Agama

Oleh Admin Dewan Dakwah • Rabu, 27 Mei 2026
Catatan Haji 1447/2026 (8): Haji dan Deklarasi Kesempurnaan Agama

Tidak diragukan lagi! Arafah adalah puncak ibadah haji. Jutaan manusia berkumpul dengan niat, ucapan, gerak dan doa yang sama! Ribuan tahun, ritual seperti ini telah berlangsung. Ini bukan ritual bikinan manusia. Ini ritual budaya Arab. Ini ritual dari Tuhan Yang Maha Esa.

Oleh : Dr. Adian Husaini (Ketua Umum Dewan Dakwah)

Tidak diragukan lagi! Arafah adalah puncak ibadah haji. Jutaan manusia berkumpul dengan niat, ucapan, gerak dan doa yang sama! Ribuan tahun, ritual seperti ini telah berlangsung. Ini bukan ritual bikinan manusia. Ini ritual budaya Arab. Ini ritual dari Tuhan Yang Maha Esa.

Dua kali saya merasakan suasana ibadah di Arafah. Tahun 1996 dan tahun 2026. Hati dan pikiran kita terbawa oleh suasana keharuan dan rasa syukur yang tak terhingga. Jutaan orang berharap dan berusaha untuk bisa bersimpuh di Arafah.

Di era digital, beredar ratusan artikel dan video tentang keutamaan dan tata cara ibadah Arafah, Muzdalifah dan Mina. Yang belum banyak dibahas adalah keistimewaan Hari Arafah sebagai hari diturunkannya wahyu terakhir : ‘’Hari ini telah Ku-sempurnakan bagimu agamamu dan Aku cukupkan bagimu nikmat-Ku dan Aku ridhai Islam sebagai agamamu.’’ (QS 5 :3). 

Jadi, Islam adalah agama yang sudah sempurna sejak awalnya. Kata-kata Prof. Syed Naquib al-Attas yang terkenal adalah, bahwa “Islam is the only genuine revealed religion.”  Karena itu, Islam adalah agama yang sudah sempurna sejak awal. Islam bukan agama yang selalu berubah ajaran-ajarannya. Tidak seperti itu!

Fakta juga menunjukkan, konsep Tauhid Islam, syariat Islam dan juga nilai-nilai akhlak Islam, bersifat abadi; tidak berubah dari waktu ke waktu. Bahkan, kehadiran Islam di seluruh penjuru dunia, mengubah pemikiran dan budaya masyarakat setempat. Semoga kita cermat dan waspada dalam menerima suatu konsep atau materi ajar tentang agama-agama. 

Jadi, Hari Arafah adalah Puncak Deklarasi Kesempuranaan Agama (Islam). Kebenaran Islam begitu nyata. Karena itu, hanya Islam yang diakui sebagai Ad-Din yang diakui dan diterima Allah. (QS 3: 19 dan 85). 

Dengan Deklarasi Arafah itu, maka Islam ditegaskan sebagai agama yang “final dan benar”. Islam bukan agama budaya yang bersifat evolutif, yang ajaran-ajarannya berubah-ubah mengikuti kondisi budaya.  

Islam juga berbeda dengan beberapa agama yang disebut sebagai agama monoteisme; agama yang ber-Tuhan satu! Sebab, dalam Islam Tuhan yang satu itu bukan produk angan-angan atau hasil kesepakatan masyarakat tertentu. 

Agama Yahudi, misalnya, disebut sebagai agama monoteis, karena ber-Tuhan satu! Dalam Bibel Yahudi disebutkan: “Dengarlah Israel, Tuhan kita satu.” Tetapi, agama Yahudi (Yudaisme) bukanlah agama Tauhid. Sebab, konsepsi Tuhan versi Yahudi jelas tidak sama dengan Islam. 

Hingga kini, kaum Yahudi masih memperdebatkan, siapa Tuhan yang satu itu. Mereka masih belum bersepakat tentang “misteri empat huruf” (tatragrammaton: YHWH). Sebab, larangan dalam “Ten Commandments” ada perintah: jangan menyebut nama Tuhanmu sembarangan. Maka, dalam tradisi Yudaisme, “gods name is never articulated”.

Jadi, Deklarasi Kesempurnaan Islam di Padang Arafah merupakan fakta yang terang benderang akan kebenaran Islam. Dan itu terbukti. Pasca 7 Oktober 2023 begitu banyak orang masuk Islam karena melihat indahnya Islam dari akhlak orang-orang muslim di Gaza. Allahu Akbar! Semoga kita meraih haji mabrur. (Mina, 27 Mei 2026).

Berita Terkait