Kembali ke Daftar Berita
Catatan Haji

Catatan Haji 1447/2026 (4): Haji dan Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Oleh Admin Dewan Dakwah • Jumat, 22 Mei 2026
Catatan Haji 1447/2026 (4): Haji dan Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Hari keempat (22/5/2026), jamaah haji undangan Raja Salman masih diberi kesempatan melakukan acara mandiri. Saya sempat bersilaturrahim dengan banyak tokoh, baik ulama, pemimpin organisasi Islam, maupun pengusaha. Haji kali ini terasa sangat berbeda dengan haji saya tahun 1996. Salah satu perbedaan yang sangat terasa adalah kehadiran internet. Meskipun disibukkan dengan rangkaian ibadah haji, perkembangan situasi di Indonesia harus terus dipantau. Media online dan media sosial menjadi bacaan set...

Oleh: Dr. Adian Husaini (Ketua Umum Dewan Dakwah)

Hari keempat (22/5/2026), jamaah haji undangan Raja Salman masih diberi kesempatan melakukan acara mandiri. Saya sempat bersilaturrahim dengan banyak tokoh, baik ulama, pemimpin organisasi Islam, maupun pengusaha. 

Haji kali ini terasa sangat berbeda dengan haji saya tahun 1996. Salah satu perbedaan yang sangat terasa adalah kehadiran internet. Meskipun disibukkan dengan rangkaian ibadah haji, perkembangan situasi di Indonesia harus terus dipantau. Media online dan media sosial menjadi bacaan setiap saat.

Salah satu topik yang paling menonjol adalah kondisi ekonomi Indonesia, khususnya kondisi nilai tukar rupiah. Pidato Presiden Prabowo di DPR pada 20 Mei 2026 mendapat banyak telaah dan analisis. Saya membaca analisis dari Dahlan Iskan dan Denny JA yang cukup komprehensif. Beberapa video dari sejumlah pakar ekonomi pun saya simak. 

Sebagai orang muslim dan sebagai orang Indonesia, tentu saya wajib berbuat sesuatu – seperti berdoa – agar kondisi ekonomi Indonesia bangkit menjadi semakin baik. Tekad Presiden Prabowo untuk membangun Indonesia menjadi salah satu kekuatan besar dalam bidang ekonomi, sangat kita apresiasi dan kita doakan meraih hasil yang optimal.

Tetapi, banyak juga kritik yang baik dari para pakar dan praktisi ekonomi terhadap gagasan dan pelaksanaan program-program ekonomi Presiden Prabowo. Ada juga beberapa analisis dari dalam dan luar Indonesia yang dinilai tidak fair dan berlebihan. Semoga pemerintah tetap sabar dan ikhlas dalam menerima kritik.

Saat ini di Mekkah ada sejumlah pejabat negara kita sedang menunaikan ibadah haji. Tentunya para pejabat itu terus berdoa untuk kebaikan diri, keluarga, masyarakat dan bangsa kita. Termasuk untuk kebangkitan ekonomi dan nilai mata uang kita! 

Itu artinya, para pejabat negara meminta campur tangan Tuhan untuk menolong dan mengatasi kondisi ekonomi kita. Tindakan para pejabat itu tidak salah. Bahkan, sangat tepat. 

Dalam perspektif keilmuan Islam, kita berharap para pejabat negara itu menerapkan konsep keilmuan yang komprehensif. Tahun 1988, Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas menerbitkan salah satu karya monumentalnya: The Oldest Known Malay Manuscript: A 16th Century Malay Translation of the ‘Aqaid of al-Nasafi (Kuala Lumpur: University Malaya, 1988). 

Dalam kitab itu, Imam al-Nasafi menyebutkan tiga sebab manusia meraih ilmu, yaitu melalui panca indera, akal, dan khabar shadiq (true report). Inilah epistemologi yang komprehensif dan integratif.

 Jadi, untuk memecahkan masalah ekonomi Indonesia, gunakanlah cara berpikir integratif  yang memadukan tiga sumber ilmu, yaitu panca indera, akal, dan khabar shadiq. Gunakan panca indera, akal, dan wahyu untuk meraih kejayaan atau kebangkitan ekonomi Indonesia! 

Perumusan dan pelaksanaan program-program pembangunan tidak boleh bertentangan dengan ajaran Tuhan Yang Maha Esa. Jangan ada korupsi, pemborosan, atau kesalahan data dan analisis. Tapi, pada saat yang sama, gunakan juga wahyu Allah untuk memahami dan mengatasi masalah. Juga, mintalah pertolongan kepada Allah SWT, agar program ekonomi Indonesia meraih sukses! 

Berdoalah selalu! Lakukan ibadah-ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah. Jangan durhaka kepada Allah dan merasa lebih hebat dari Tuhan, sehingga berani mengabaikan dan menyingkirkan petunjuk-petunjuk-Nya dalam mengambil keputusan.

Semoga meraih haji mabrur, doa-doa kita semua dikabulkan Allah. InsyaAllah, negara kita semakin berjaya, adil, dan makmur dalam naungan ridho Allah SWT. (Makkah, 23 Mei 2026).

Berita Terkait